BADUNG.KOMPAS.com - JM hanya bisa menangis di dalam kamar usai mendengar kabar bahwa suaminya AG alias Nanang adalah salah satu dari 5 tersangka perampok yang tewas ditembak saat penggerebekan di Jalan Danau Poso dan Gunung Soputan, Denpasar, Minggu (18/3/2012) lalu. JM dan dua anaknya yang masih balita lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar pascaperistiwa tersebut.
Saat Kompas.com bertandang ke kos salah seorang tersangka teroris Nanang, Selasa (20/3/2012) sore tadi, pintu gerbang kos tertutup rapat dan tidak ada aktivitas berarti di dalam kos tersebut. JM sempat terlihat keluar kamar membereskan sesuatu di depan kamar kosnya kemudian masuk kembali.
Saat akan ditemui, salah seorang tetangga korban bernama Muhammad Tabrani memperingatkan untuk tidak mengganggu JM karena masih trauma atas kejadian tersebut. "Setelah melihat berita kematian suaminya, dia gak mau ketemu orang," jelas Tabrani.
Lebih lanjut Tabrani menceritakan bahwa usai kejadian penggrebekan tersebut, polisi beberapa kali mendatangi kos JM untuk memintai keterangan terkait suaminya. JM lebih banyak menangis dan takut saat ditanya terkait suaminya karena ia masih teringat kematian tragis yang dialami Nanang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang